https://pasuruan.times.co.id/
Berita

Sejarah Gedung Grahadi: Dari Tempat Peristirahatan VOC Hingga Rumah Dinas Gubernur Jatim

Minggu, 31 Agustus 2025 - 16:58
Sejarah Gedung Grahadi: Dari Tempat Peristirahatan VOC Hingga Rumah Dinas Gubernur Jatim Potret Gedung Negara Grahadi. (FOTO: Pinterest/Eryka Kasy)

TIMES PASURUAN, SURABAYA – Kebakaran Gedung Grahadi menjadi momen duka bagi warga Kota Surabaya dan Jawa Timur, tak hanya menimbulkan kerugian bersifat material, tetapi juga menghapus jejak sejarah yang telah berdiri selama lebih dari dua abad.

Sabtu (30/8/2025) malam, massa yang sebagian besar mengenakan pakaian serba hitam, secara bergantian menyuarakan tuntutan utama dengan fokus, meminta aparat keamanan untuk segera membebaskan rekan-rekannya yang ditangkap pada aksi demonstrasi sebelumnya, Jumat (29/8/2025). 

Tuntutan lain yang terdengar lantang adalah seruan untuk reformasi di tubuh Polri, menandakan gejolak ini telah beralih dari isu perorangan menjadi tuntutan sistemik.

Sekitar pukul 22.53 WIB, Si Jago Merah terlihat membakar bagian barat Gedung Grahadi. Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa yang menimpa gedung peninggalan kolonial yang masih eksis di Surabaya. 

Jejak Sejarah di Balik Bangunan yang Terbakar

Demo-Surabaya-4.jpgGedung Negara Grahadi sebelah barat terbakar saat aksi demonstrasi, Sabtu (30/8/2025) malam. (FOTO: Zisti Shinta/TIMES Indonesia)

Dilansir dari laman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Gedung Grahadi didirikan pada tahun 1795, bangunan ini memiliki sejarah panjang yang melekat erat dengan perjalanan Kota Surabaya. 

Awalnya, gedung ini dibangun oleh seorang penguasa VOC bernama Dirk van Hogendorp sebagai rumah peristirahatan yang dikelilingi taman luas, sehingga dinamakan tuinhuis. Bangunan ini dirancang menghadap ke arah Sungai Kalimas, yang kala itu menjadi jalur transportasi utama.

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada awal abad ke-18, Gedung Grahadi mengalami perubahan signifikan. Atapnya yang semula bergaya Oud Holland Stijl diubah menjadi Empire Style yang megah.

Perubahan ini dilakukan untuk mencerminkan citra istana raja yang lebih berwibawa. Gaya arsitektur ini bertahan hingga saat ini, menjadi ciri khas unik yang membuatnya ditetapkan sebagai cagar budaya.

Seiring berjalannya waktu, fungsi Gedung Grahadi juga terus berubah. Sejak tahun 1870, gedung ini menjadi kediaman resmi Residen Surabaya dan kemudian beralih fungsi menjadi rumah dinas Gubernur Jawa Timur pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. 

Peran ini terus berlanjut hingga saat ini, di mana Gedung Grahadi berfungsi sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur dan menjadi tempat digelarnya berbagai acara penting di tingkat provinsi.

Meski begitu, gedung yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya ini menjadi salah satu saksi bisu sejarah kemerdekaan Indonesia.

Salah satunya, gedung ini pernah dijadikan tempat perundingan Presiden Soekarno dengan Jendral Hawtorn, untuk mendiskusikan perdamaian pertempuran pejuang dengan pasukan sekutu pada Oktober 1945. 

Kemudian, di 9 November 1945, gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo secara tegas menolak ultimatum menyerah tanpa syarat pada Inggris. Keesokannya, ia wafat di Gedung Grahadi.

Kehilangan Gedung Grahadi akibat aksi demonstrasi merupakan pukulan telak bagi upaya pelestarian warisan sejarah di Indonesia. (*)

Pewarta : Siti Nur Faizah
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Pasuruan just now

Welcome to TIMES Pasuruan

TIMES Pasuruan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.