Ombak Tinggi Pasuruan Picu Kelangkaan Ikan, Harga Tongkol dan Cumi-Cumi Naik 2 Kali Lipat
Akibat cuaca buruk, kapal nelayan terbalik beberapa waktu lalu di perairan Selat Madura. (FOTO: dok. Polairud)

Ombak Tinggi Pasuruan Picu Kelangkaan Ikan, Harga Tongkol dan Cumi-Cumi Naik 2 Kali Lipat

Gelombang tinggi di Pasuruan paksa nelayan berhenti melaut, menyebabkan kelangkaan stok ikan di pasar. Harga tongkol dan cumi-cumi melonjak hingga 2 kali lipat.

TIMES Pasuruan,Sabtu 24 Januari 2026, 18:15 WIB
14.9K
R
Robert Ardyan

PASURUANCuaca ekstrem dan gelombang tinggi air laut yang melanda perairan Pasuruan dalam beberapa hari terakhir ini, membuat sebagian besar nelayan di pesisir Pasuruan menghentikan aktivitas melaut nya. Sambil menunggu kondisi cuaca membaik, para nelayan mengisi waktu luang dengan memperbaiki perahu, alat tangkap dan menyulam jaring. 

“Sekarang ombaknya lagi tinggi, anginnya juga kencang. Kalau laporan cuaca nya buruk, kami memilih tidak berangkat melaut daripada risiko,” kata Sahli (44), salah satu nelayan, di pesisir Lekok. Sahli juga mengatakan, fenomena yang disebut angin barat tersebut menjadi ancaman utama karena kerap datang mendadak dan memicu ombak besar yang dapat membahayakan perahu nelayan hingga terbalik. 

Akibat banyaknya nelayan yang tidak melaut, berdampak kepada kurangnya pasokan ikan segar lokal di Pasuruan. Sehingga memicu lonjakan harga yang cukup signifikan di pasaran. Bayu (35), seorang pengepul ikan di kawasan Pasar Besar Kota Pasuruan, mengungkapkan bahwa harga ikan di pasar kini cukup tinggi akibat stok yang sangat terbatas.

Ia menyebut, ikan tongkol kecil yang biasanya dijual seharga Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, kini bisa menyentuh angka Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram nya. Cumi-cumi yang biasanya dibanderol dengan harga Rp40.000 hingga Rp50.000, kini menembus harga Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram nya.

Menurut Bayu, meski harga melonjak, komoditas tersebut tetap cepat laku karena tingginya peminat di tengah kelangkaan stok. "Tangkapan ikan dari nelayan lagi sepi, jadi harganya naik. Tapi ya tetap saja banyak yang cari, karena kebutuhan", ujar Bayu.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Robert Ardyan
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pasuruan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.